DPRD Balangan Minta Ada Kajian Usaha Dari Perusda Agar Tak Merugi

DPRD Balangan Minta Ada Kajian Usaha Dari Perusda Agar Tak Merugi

PANSUS II DPRD Balangan menggelar Rapat Kerja Pansus (RKP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)Kabupaten Balangan Kabupaten Balangan, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Balangan, Bagian Hukum Setda Balangan dan  Bank Perkreditan (BPR) Balangan, Selasa (14/6/2022).

Rapat kerja pansus II yang dipimpin ketua komisi II Nur Fariani dan dihadiri anggotanya yang berlangsung di aula ruang rapat kantor DPRD Balangan ini, langsung dihadiri oleh Kepala BPKAD Balangan Fakhrianto, Kabag Ekonomi dan SDA Mahli, Kabag Hukum Ruji dan Direktur BPR Balangan Muhammad Isnaeni.

Rapat Pansus II tersebut membahas Raperda perubahan atas Perda nomor 24 tahun 2016 tentang pendirian perusahaan perseroan daerah PT Asabaru Daya Cipta Lestari.

Dalam rapat kerja pansus II tersebut, Dimas Royandi anggota Pansus II menyampaikan, pihaknya sangat mendukung terkait Raperda perubahan atas Perda Nomor 24 tahun 2016 tentang pendirian perusahaan perseroan daerah PT Asabaru Daya Cipta Lestari, yang menjadi Perusahaan Daerah.

Namun terpenting, menurut Roy, kedepan sebelum menjalankan perusda ini, sudah ada analisis atau kajian usaha yang akan dilakukan dan bisa menjamin adanya usaha yang sudah siap dijalankan.

“Jangan sampai misalnya, Perusda sudah aktif namun belum siap usahanya sehingga modal yang ada malah terpakai untuk operasional dan tidak menghasilkan keuntungan,”

Tentu hal ini penting, lanjut politisi PPP Balangan, karena kesiapan jenis usaha yang akan dijalankan menentukan keberhasilan Perusahaan Daerah itu sendiri ke depan.

“Jangan sampai kita kerja rugi, akibat ketidaksiapan kelayakan bisnis atau usaha yang akan dijalankan oleh Perusda,” tegasnya.

Di Kesempatan yang sama, Kabag Hukum Setda Balangan Ruji menyampaikan, jika Raperda perubahan atas Perda nomor 24 tahun 2016 tentang pendirian perusahaan perseroan daerah PT Asabaru Daya Cipta Lestari hanya menyangkut perubahan status pendirian.

Sedangkan untuk jenis usaha yang akan dijalankan, kata Ruji, nanti setelah ada dewan redaksi dan pernyataan modal.

“Namun dalam Reperda perubahan ini juga sudah dimuat beberapa jenis usaha yang akan dijalankan Perusda nantinya,” ungkapnya.

Ditambahkan Kabag Ekonomi dan SDA Setda Balangan Mahli, ada tujuh jenis usaha yang termuat dalam jenis usaha yang dapat dijalankan Perusda nantinya

Ketujuh jenis usaha tersebut, lanjut Mahli, merupakan hasil rekomendasi dari tim ahli yang telah melakukan kajian terhadap jenis usaha yang bisa dilakukan Perusda.

“Ketujuh usaha tersebut pun terbagi dalam jenis usaha yang bisa dilakukan jangka waktu dekat dan panjang. Perdagangam karet jadi salah satu usaha yang termasuk dalam tujuh usaha yang direkomendasikan dan bisa dilakukan segara,” pungkasnya.